Laman

Senin, 27 Juni 2011

a day in bengkulu

tarik nafas,,
satuu.. duaa.. fiuhhhh..
tarik nafas lagi..
satuu.. duaa.. fiuhhhh
akan menginjak angka ke-3 tahun , saya tinggal dikota ini, sangat terasa lama..
amat sangat terasa lama..

sekarang saya focus dengan acara besar yang akan kami selenggarakan,insya allah dalam beberapa bulan lagi kami akan melangsungkan hari Hnya..siap siap pulang pergi bengkulu-- jakarta-- sukabumi--bengkulu lagi deh :0

'hidup ini perjuangan ..'
banyak sekali perjuangan yang tak terhitung,sungguh y terasa berat,jika difikirkan,,atau dibandingkan dengan masa kecil..tapi inilah hidup."life ooo life..oo life>> :) akan terus berjalan,dan merubah kita menjadi dewasa ..menjadi dewasa itu bukan pilihan,tapi memang suatu kepastian..kita akan menjadi dewasa..dengan bertambahnya umur,kita akan semakin dewasa,

'hidup ini adalah pilihan..'
ada banyak sekali pilihan, tapi entah keputusan saya bekerja di kantor saya sekarang,yg membawa saya ke kota bengkulu ini yang letaknya sangat jauh dengan keluarga ini adalah suatu pilihan atw konsekwensi atau mungkin takdir saya.tapi yg saya rasakan adalah terimakasih y Rabb,hamba selalu bersyukur atas smua ini :)

'terus berjuang terus bertahan terus belajar dan tak pernah lelah berdoa.'
ya itulah yg ada dalam benak saya, ketika saya terjatuh ,ketika saya sedang sedih,karena rasa kangen saya yg tak terbendung kepadakeluarga dan mas ku yg berada jauh dan tidak di pulau yang sama dengan saya.
ketika saya mengumpulkan kekuatan untuk membendung rasa kangen saya kepada mereka yang saya cintai.
terus berdoa ,terus berdoa,semoga dapat segera dipersatukan kembali..karena lama kelamaan terasa berat,jika harus terpisah terlalu lama..

alhamdulilahh..
semoga doa ini akan segera terwujud,smoga kami pun bisa segera bersama,y Allah lancarkanlah hariku..hariku bersamanya..hari hari kami sekarang ,besok maupun yang akan datang.

bismillah..
hari hari d bengkulu ini terasa sangat berat,tapi saya bersyukur karena dengan inilah saya terus belajar tentang banyak makna dalam kehidupan.

insya allah..
smua ini akan menjadi indah pada waktunya

:)

Kamis, 23 Juni 2011

me mom and my lil sister


for my mom :

no one has ever been given more loving and unconditional support than i have been given by you, i love u mom. :)

Kamis, 16 Juni 2011

fase dalam pernikahan

tertarik banget sama isi bahasan tentang fase fase dalam pernikahan..dikutip dari sumber Tribunnews.com,,semoga bisa berjalan dan dapat melewati smua fase dengan baik di masadepan ;)


sumber ; TRIBUNNEWS.COM - Ada yang bilang, pernikahan itu manis di awal, kemudian seiring dengan waktu akan menjadi semakin hambar.

Sementara penasihat dan terapis untuk masalah rumah tangga dan keluarga, Rita DeMaria, PhD, penulis buku The 7 Stages of Marriages, mengatakan bahwa sebenarnya perkawinan ini terbagi menjadi beberapa fase penting. Dan, pada setiap fase itu Anda dan pasangan akan menghadapi berbagai tantangan yang akan menentukan masa depan rumah tangga Anda berdua.

"Dengan memahami seperti apa fase-fase itu, Anda akan dapat senantiasa melalui tahun demi tahun dengan ikatan cinta dankomitmen yang semakin kuat," kata DeMaria.

Inilah lima fase penting perkawinan dan apa saja yang perlu Anda ketahui:
Fase 1: Bulan madu
Tahun-tahun pertama hingga sebelum kedatangan anak-anak adalah masa penuh gairah dan cinta. Semua selalu tentang Anda berdua. Berlibur berduaan ke tempat terpencil, bercinta di waktu-waktu tak terduga, semuanya membuat hubungan terasa begitu romantis bak di film-film.

Namun, sebaiknya Anda juga perlu berusaha membangun fondasi rumah tangga dari hal-hal yang berada di luar urusan kamar tidur. Ini saatnya bicara, apa yang akan Anda berdua rencanakan untuk masa depan keluarga. Kapan akan punya anak, lalu bagaimana karier Anda dan suami. Siapa yang akan mengasuh anak nanti, dan apa harapan suami untuk anak-anak dan juga Anda. Bicarakan ini, maka selanjutnya Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk perdebatan yang tidak perlu.

Fase 2: Memantapkan fondasi
Anak-anak mungkin belum lahir, tapi Anda mulai mengetahui kekurangan, kelebihan, serta kebiasaan buruk pasangan--begitu pula dengan dirinya terhadap Anda. Di tahap ini, Anda perlu belajar pentingnya kerjasama tim di dalam keluarga. Samakan kembali visi dan misi ke depan dan jalin kedekatan dengan orang-orang yang berpengaruh terhadap Anda berdua, seperti keluarga besar misalnya.
"Salah satu penyebab pasangan suami-istri mengalami perceraian pada fase ini adalah karena mereka tidak berusaha untuk mempertemukan dua pikiran, dan malah menghindari perbedaan pendapat," kata Beverly Hyman, PhD, salah satu penulis buku How to Know If It's Time to Go: A 10-Step Reality Test for Your Marriage.

Fase 3: Keluarga adalah segalanya
Ini adalah fase terpenting dari kehidupan berkeluarga. Pada saat ini, Anda sudah membangun keluarga utuh dengan beberapa orang anak, membeli mobil dan rumah, dan mulai mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan masa depan. Hidup jadi semakin sibuk, dan menurut Dr Hyman, inilah saat yang rawan. Sebab, Anda jadi kurang memiliki waktu untuk berpikir tentang pasangan, bagaimana caranya agar bisa punya banyak waktu berdua, dan bagaimana menikmati keintiman dengan pasangan. Yang lebih banyak Anda pikirkan adalah anak-anak, pekerjaan, dan utang-utang yang harus dibayar.
"Sempatkan untuk berbicara dari hati ke hati dengan pasangan. Atur rencana untuk bisa berduaan saja. Tidak perlu sampai meninggalkan anak, tapi mungkin dengan menunggu mereka tidur di malam hari, lalu Anda bisa nonton berduaan dengan pasangan dan bercakap-cakap. Lebih baik lagi, bila setelahnya 'percakapan' ini berlanjut di atas ranjang," saran Dr Hyman.

Fase 4: Kembali berdua
Ketika anak-anak sudah besar, menuntut ilmu atau bekerja di kota lain dan lebih sibuk dengan urusan pribadinya, Anda akan mendapati bahwa inilah saat ketika Anda kembali berduaan dengan pasangan. Berbeda dengan dulu pada waktu baru menikah, Anda mungkin bisa dibilang tidak punya banyak beban. Segala yang bersifat material sudah tercapai dan secara emosional Anda dan pasangan juga sudah jauh lebih matang.
Dr Hyman menyarankan Anda berdua untuk memanfaatkan fase ini dengan mencoba berbagai pengalaman baru. Seperti menekuni olahraga, berkebun, atau memelihara binatang. Anda bisa melakukannya bersama pasangan atau sendiri-sendiri.

Fase 5: Lengkaplah sudah!
Anak-anak sudah menikah dan membina rumah tangganya sendiri. Anda juga sudah pensiun dari pekerjaan dan punya banyak waktu bersama pasangan. Pada fase ini, Anda perlu menikmati segala yang telah Anda dapat selama perjalanan waktu. Tidak banyak yang perlu Anda hadapi lagi di fase ini, selain menyongsong hari tua bersama pasangan, sambil selalu menjalin kedekatan dengan anak dan cucu.

Sabtu, 11 Juni 2011

YOU are my everything

Thank you for every bit of my happiness,
n every tear that I shed,
I'm grateful...
I know, I don't need to be afraid,
I don't need to worry..
as long as I have You on my side.
Teach me to please You, Lord..
I ♥ You.
You are my role model,
YOU are my inspiration.
I ♥ You, allah..
You are my everything.
:')

Kamis, 09 Juni 2011

nikmati hari ini

Kembali ke kotaku tercinta jakarta pulau jawa,,ud hari ke 4 pendidikan di jakarta,skrg saya lagi nunggu temen yg lagi diocehin bosnya sore2..kita mau ketemuan..dan saya jg lagi nunggu mas selesai kerja..
Melihat beragam macam orang,dengan segala mimik wajahnya,,ad yang begini ad yang begitu,dan saya salah satunya yg lagi berusaha menyamankan diri,entah y smua terasa anehh.. Di umur 24 ini masi banyak terasa abu2 di warna hidup saya 3 tahun terakhir ini,,namun ad sesekali berwarna warni,,:)terimakasih tuhan ,,warna warni itu terasa menyenangkan,,
Masi menunggu..
Bbm masuk..sebentar lagi mau ketemu orang nyebelin,,tapi entah kenapa saya terus bertahan dan mencintainya..hehe..inikahh namanya cinta :@ tapi bukan cinta buta ya.. *hehehe*apassihh g jelas dehh..

@harmoni lobby kantor pusat
Memoir hari ke4..dan 3 bulan menjelang hari besar saya.

Selamat menikmati hari ini :)

Senin, 27 Juni 2011

a day in bengkulu

Diposting oleh nuna di 13.11 0 komentar
tarik nafas,,
satuu.. duaa.. fiuhhhh..
tarik nafas lagi..
satuu.. duaa.. fiuhhhh
akan menginjak angka ke-3 tahun , saya tinggal dikota ini, sangat terasa lama..
amat sangat terasa lama..

sekarang saya focus dengan acara besar yang akan kami selenggarakan,insya allah dalam beberapa bulan lagi kami akan melangsungkan hari Hnya..siap siap pulang pergi bengkulu-- jakarta-- sukabumi--bengkulu lagi deh :0

'hidup ini perjuangan ..'
banyak sekali perjuangan yang tak terhitung,sungguh y terasa berat,jika difikirkan,,atau dibandingkan dengan masa kecil..tapi inilah hidup."life ooo life..oo life>> :) akan terus berjalan,dan merubah kita menjadi dewasa ..menjadi dewasa itu bukan pilihan,tapi memang suatu kepastian..kita akan menjadi dewasa..dengan bertambahnya umur,kita akan semakin dewasa,

'hidup ini adalah pilihan..'
ada banyak sekali pilihan, tapi entah keputusan saya bekerja di kantor saya sekarang,yg membawa saya ke kota bengkulu ini yang letaknya sangat jauh dengan keluarga ini adalah suatu pilihan atw konsekwensi atau mungkin takdir saya.tapi yg saya rasakan adalah terimakasih y Rabb,hamba selalu bersyukur atas smua ini :)

'terus berjuang terus bertahan terus belajar dan tak pernah lelah berdoa.'
ya itulah yg ada dalam benak saya, ketika saya terjatuh ,ketika saya sedang sedih,karena rasa kangen saya yg tak terbendung kepadakeluarga dan mas ku yg berada jauh dan tidak di pulau yang sama dengan saya.
ketika saya mengumpulkan kekuatan untuk membendung rasa kangen saya kepada mereka yang saya cintai.
terus berdoa ,terus berdoa,semoga dapat segera dipersatukan kembali..karena lama kelamaan terasa berat,jika harus terpisah terlalu lama..

alhamdulilahh..
semoga doa ini akan segera terwujud,smoga kami pun bisa segera bersama,y Allah lancarkanlah hariku..hariku bersamanya..hari hari kami sekarang ,besok maupun yang akan datang.

bismillah..
hari hari d bengkulu ini terasa sangat berat,tapi saya bersyukur karena dengan inilah saya terus belajar tentang banyak makna dalam kehidupan.

insya allah..
smua ini akan menjadi indah pada waktunya

:)

Kamis, 23 Juni 2011

me mom and my lil sister

Diposting oleh nuna di 09.30 0 komentar

for my mom :

no one has ever been given more loving and unconditional support than i have been given by you, i love u mom. :)

Kamis, 16 Juni 2011

fase dalam pernikahan

Diposting oleh nuna di 13.31 0 komentar
tertarik banget sama isi bahasan tentang fase fase dalam pernikahan..dikutip dari sumber Tribunnews.com,,semoga bisa berjalan dan dapat melewati smua fase dengan baik di masadepan ;)


sumber ; TRIBUNNEWS.COM - Ada yang bilang, pernikahan itu manis di awal, kemudian seiring dengan waktu akan menjadi semakin hambar.

Sementara penasihat dan terapis untuk masalah rumah tangga dan keluarga, Rita DeMaria, PhD, penulis buku The 7 Stages of Marriages, mengatakan bahwa sebenarnya perkawinan ini terbagi menjadi beberapa fase penting. Dan, pada setiap fase itu Anda dan pasangan akan menghadapi berbagai tantangan yang akan menentukan masa depan rumah tangga Anda berdua.

"Dengan memahami seperti apa fase-fase itu, Anda akan dapat senantiasa melalui tahun demi tahun dengan ikatan cinta dankomitmen yang semakin kuat," kata DeMaria.

Inilah lima fase penting perkawinan dan apa saja yang perlu Anda ketahui:
Fase 1: Bulan madu
Tahun-tahun pertama hingga sebelum kedatangan anak-anak adalah masa penuh gairah dan cinta. Semua selalu tentang Anda berdua. Berlibur berduaan ke tempat terpencil, bercinta di waktu-waktu tak terduga, semuanya membuat hubungan terasa begitu romantis bak di film-film.

Namun, sebaiknya Anda juga perlu berusaha membangun fondasi rumah tangga dari hal-hal yang berada di luar urusan kamar tidur. Ini saatnya bicara, apa yang akan Anda berdua rencanakan untuk masa depan keluarga. Kapan akan punya anak, lalu bagaimana karier Anda dan suami. Siapa yang akan mengasuh anak nanti, dan apa harapan suami untuk anak-anak dan juga Anda. Bicarakan ini, maka selanjutnya Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk perdebatan yang tidak perlu.

Fase 2: Memantapkan fondasi
Anak-anak mungkin belum lahir, tapi Anda mulai mengetahui kekurangan, kelebihan, serta kebiasaan buruk pasangan--begitu pula dengan dirinya terhadap Anda. Di tahap ini, Anda perlu belajar pentingnya kerjasama tim di dalam keluarga. Samakan kembali visi dan misi ke depan dan jalin kedekatan dengan orang-orang yang berpengaruh terhadap Anda berdua, seperti keluarga besar misalnya.
"Salah satu penyebab pasangan suami-istri mengalami perceraian pada fase ini adalah karena mereka tidak berusaha untuk mempertemukan dua pikiran, dan malah menghindari perbedaan pendapat," kata Beverly Hyman, PhD, salah satu penulis buku How to Know If It's Time to Go: A 10-Step Reality Test for Your Marriage.

Fase 3: Keluarga adalah segalanya
Ini adalah fase terpenting dari kehidupan berkeluarga. Pada saat ini, Anda sudah membangun keluarga utuh dengan beberapa orang anak, membeli mobil dan rumah, dan mulai mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan masa depan. Hidup jadi semakin sibuk, dan menurut Dr Hyman, inilah saat yang rawan. Sebab, Anda jadi kurang memiliki waktu untuk berpikir tentang pasangan, bagaimana caranya agar bisa punya banyak waktu berdua, dan bagaimana menikmati keintiman dengan pasangan. Yang lebih banyak Anda pikirkan adalah anak-anak, pekerjaan, dan utang-utang yang harus dibayar.
"Sempatkan untuk berbicara dari hati ke hati dengan pasangan. Atur rencana untuk bisa berduaan saja. Tidak perlu sampai meninggalkan anak, tapi mungkin dengan menunggu mereka tidur di malam hari, lalu Anda bisa nonton berduaan dengan pasangan dan bercakap-cakap. Lebih baik lagi, bila setelahnya 'percakapan' ini berlanjut di atas ranjang," saran Dr Hyman.

Fase 4: Kembali berdua
Ketika anak-anak sudah besar, menuntut ilmu atau bekerja di kota lain dan lebih sibuk dengan urusan pribadinya, Anda akan mendapati bahwa inilah saat ketika Anda kembali berduaan dengan pasangan. Berbeda dengan dulu pada waktu baru menikah, Anda mungkin bisa dibilang tidak punya banyak beban. Segala yang bersifat material sudah tercapai dan secara emosional Anda dan pasangan juga sudah jauh lebih matang.
Dr Hyman menyarankan Anda berdua untuk memanfaatkan fase ini dengan mencoba berbagai pengalaman baru. Seperti menekuni olahraga, berkebun, atau memelihara binatang. Anda bisa melakukannya bersama pasangan atau sendiri-sendiri.

Fase 5: Lengkaplah sudah!
Anak-anak sudah menikah dan membina rumah tangganya sendiri. Anda juga sudah pensiun dari pekerjaan dan punya banyak waktu bersama pasangan. Pada fase ini, Anda perlu menikmati segala yang telah Anda dapat selama perjalanan waktu. Tidak banyak yang perlu Anda hadapi lagi di fase ini, selain menyongsong hari tua bersama pasangan, sambil selalu menjalin kedekatan dengan anak dan cucu.

Sabtu, 11 Juni 2011

YOU are my everything

Diposting oleh nuna di 10.57 0 komentar
Thank you for every bit of my happiness,
n every tear that I shed,
I'm grateful...
I know, I don't need to be afraid,
I don't need to worry..
as long as I have You on my side.
Teach me to please You, Lord..
I ♥ You.
You are my role model,
YOU are my inspiration.
I ♥ You, allah..
You are my everything.
:')

Kamis, 09 Juni 2011

Diposting oleh nuna di 18.14 0 komentar

nikmati hari ini

Diposting oleh nuna di 17.06 0 komentar
Kembali ke kotaku tercinta jakarta pulau jawa,,ud hari ke 4 pendidikan di jakarta,skrg saya lagi nunggu temen yg lagi diocehin bosnya sore2..kita mau ketemuan..dan saya jg lagi nunggu mas selesai kerja..
Melihat beragam macam orang,dengan segala mimik wajahnya,,ad yang begini ad yang begitu,dan saya salah satunya yg lagi berusaha menyamankan diri,entah y smua terasa anehh.. Di umur 24 ini masi banyak terasa abu2 di warna hidup saya 3 tahun terakhir ini,,namun ad sesekali berwarna warni,,:)terimakasih tuhan ,,warna warni itu terasa menyenangkan,,
Masi menunggu..
Bbm masuk..sebentar lagi mau ketemu orang nyebelin,,tapi entah kenapa saya terus bertahan dan mencintainya..hehe..inikahh namanya cinta :@ tapi bukan cinta buta ya.. *hehehe*apassihh g jelas dehh..

@harmoni lobby kantor pusat
Memoir hari ke4..dan 3 bulan menjelang hari besar saya.

Selamat menikmati hari ini :)

Our Journey Begins....

Daisypath Anniversary tickers